Wednesday, July 16, 2014

Buncis Schezuan, Tanpa Banyak Minyak. Nyummy!

Hmmm.. Ingatan saya melayang pada kenangan masa muda saya jaman masih kuliah S1 dulu. Saya masih ingat saat itu saya minta ditemani oleh salah seorang teman saya, Nancy (apa kabar dia sekarang ya?), ke Ambarukmo Plaza. Nancy mengajak saya untuk mampir makan siang di salah satu food tenant yang ada di Amplaz, Qua-Li namanya. Saya yakin sih harganya bukan harga mahasiswa, apalagi di mall. Tapi ya gapapa deh.. sekali-sekali. Hihi. 

Jadi Qua-li ini adalah oriental food tenant. Nancy merekomendasikan saya untuk mencoba masakan berbahan buncis. Saya oke-oke aja, karena memang tampilannya menggiurkan. Hehe. Pesanan saya pun datang. Di atas piring saya, tersaji baby buncis hijau dan di atasnya banyak daging giling yang sudah ditumis dan diberi bumbu. Rasanya? Hmmm.. nyummmy! enak! Di kesempatan lain pun akhirnya saya datang lagi ke Qua-li untuk menikmati makanan ini. Kali ini bersama si mas, waktu itu statusnya masih calon suami sih.. Abis nyari seserahan buat nikahan. Hehe.

Kini setelah saya menikah dan ngungsi dari Jogja ke Bandung, muncul juga keinginan buat nyicip masakan buncis itu lagi. Mulai deh korek-korek google nyari resepnya. Eh, ketemu! Hehe. Akhirnya saya bikin deh buncisnya, tapi saya ubah sedikit, supaya tidak banjir minyak. Resep aslinya sih buncisnya digoreng dulu kemudian disiram saus. Tapi konsekuensinya adalah jumlah minyak yang anda konsumsi akan bertambah. Jadi saya modifikasi sedikit. Ini dia resepnya:



Bahan-bahan:
  • 2 pak baby buncis (Anda dapat menggantinya dengan buncis biasa, tapi rasa renyah yang dihasilkan tidak akan sebanding)
  • 250 gram daging sapi giling (atau daging ayam cincang)
Bumbu-bumbu:
  • 4 siung bawang putih, cincang halus
  • 1/4 butir bawang bombay cincang kasar
  • 4 buah cabai merah keriting iris serong
  • 4 buah cabai rawit merah iris serong
  • 2 sdm kecap manis
  • 1 sdm kecap asin
  • 2 sdm saus tiram
  • 2 sdm saus tomat
  • 2 sdm saus sambal
  • 1 sdm merica bubuk
  • 1/2 sdm gula pasir
  • 1/2 sdm garam
  • 200 mL air
  • 1 sdm tepung maizena
  • 3 sdm minyak
Cara membuat:
  1. Panaskan minyak. Tumis bawang bombay hingga harum. Tumis bawang putih hingga harum.
  2. Masukkan cabai, tumis hingga harum.
  3. Masukkan daging giling, aduk rata hingga berubah warna.
  4. Tambahkan bumbu-bumbu, aduk rata hingga daging matang dan berwarna kecoklatan.
  5. Tambahkan air dan tepung maizena supaya tidak kering dan berkuah kental.
  6. Sesuaikan rasa.
  7. Tambahkan buncis, masak selama 5 menit hingga buncis sedikit layu tapi masih crunchy. 
  8. Sajikan
* Untuk 3-4 porsi
* Saya menambahkan buncis hanya sejumlah yang akan saya makan dalam waktu dekat supaya buncis selalu fresh, crunchy, dan tidak overcooked. Ketika saya akan makan lagi, saya panaskan saus kembali dan menambahkan buncis yang baru. Jadi buncisnya sedikit demi sedikit. Tetap segar, tanpa banyak minyak. 

So simple kan? Suami saya suka banget. Hehe. You can cook it too. ^^


My First Post

Hai.. Selamat Datang! ^^

Ini post pertama saya di blog ini. Berawal dari ketertarikan saya terhadap makanan, jajan sana jajan sini, icip sana icip sini, masak ini itu, berakhir dengan blog ini. Yap, blog ini dibuat tujuannya untuk mendokumentasikan pengalaman makan-memakan dan masak-memasak saya. Hehe. Apalagi sekarang mumpung kuliah s2 saya belum mulai, masih nganggur. 

Kenapa dinamakan savory tongue? Karena saya suka sekali makanan yang asin dan pedas. Hanya makanan asin dan pedas yang bisa membuat saya ngiler. Hehe. Sedangkan untuk makanan manis, saya biasanya hanya craving for sweets saat-saat menjelang menstruasi saja. Hehe.

Ini blog pertama saya juga, jadi yaaa.. masih akan terus saya benahi sana sini. ;)

Well.. let's get eating! :9